Bagaimana cara menghitung biaya penggunaan implan koklea: BAGIAN 1…. kelengkapan

Biaya implan koklea memang sangat tinggi, namun biaya kepemilikan dan penggunaannya bahkan bisa jauh lebih tinggi!

Sangat penting untuk mempertimbangkan jaminan awal dan sekunder dari bagian-bagian yang diperlukan untuk implan koklea sebelum menjatuhkan suatu putusan.

Pengertian:

Jaminan awal: Jaminan alat ketika Anda membeli keseluruhan sistem(misalnya jaminan 1 tahun untuk kabel)

Jaminan sekunder: Jaminan alat ketika Anda membutuhkan penggantian (misalnya jaminan 90 hari ketika membeli kabel secara terpisah)

1). Jaminan awal dan sekunder untuk setiap bagian

Ada beberapa bagian utama dari sistem yang diperlukan untuk menunjang keberfungsian sistem, meliputi kabel, prosesor, kumparan, dan baterai. Masing-masing bagian memiliki jaminan tersendiri dan ketika masa jaminan berakhir, Anda harus MEMBELI suatu pengganti atas bagian yang rusak tersebut.

Bagaimanapun juga, beberapa perusahaan memiliki jaminan sekunder untuk suku cadang yang dapat lebih singkat dari jaminan awal.

Mari berasumsi jaminan suatu kabel adalah 1 tahun, jika kabel tersebut rusak pada hari yang ke-366, maka Anda perlu MEMBELI kabel yang lain, tetapi kabel yang Anda beli berikutnya terseubt bisa saja memiliki jaminan yang berbeda, mungkin hanya 90 hari. JIka kabel tersebut rusak setelah hari ke-91, maka itu berarti Anda harus membeli KABEL KETIGA!

Berikut contoh biaya penggantikan suatu kabel seharga Rp 2.000.000,00 pada 5 tahun pertama dengan jaminan seperti yang telah diutarakan di atas.

Tahun pertama: Rp 0,00
Tahun kedua. 4 kabel baru X Rp 2.000.000,00 = Rp 8.000.000,00
Tahun ketiga. (4 kabel baru X Rp 2.000.000,00) ditambah biaya 2 tahun pertama = Rp 16.000.000,00
Tahun keempat. (4 kabel baru X Rp 2.000.0 00,00) ditambah biaya 3 tahun sebelumnya = Rp 24.000.000,00
Tahun kelima. (4 kabel baru X Rp 2.000.000,00) ditambah biaya 4 tahun sebelumnya = Rp 32.000.000,00

Setelah tahun pertama, biaya penggantian kabel dapat seharga Rp 8.000.000,00 setiap tahunnya. Ini merupakan skenario terburuk, tetapi amat penting untuk mengadakan persiapan akan hal-hal terburuk sekalipun.

Selanjuntya, kita akan bandingkan dengan contoh sebelumnya, tetapi dengan jaminan sekunder pada penggantian alat diubah menjadi 1 tahun.

Tahun pertama : tidak ada biaya
Tahun kedua. 1 kabel baru x Rp 2.000.000,00 = Rp 2.000.000,00
Tahun ketiga. 1 kabel baru x Rp 2.000.000,00 = Rp 4.000.000,00
Tahun keempat. 1 kabel baru x Rp 2.000.000,00 = Rp 6.000.000,00
Tahun kelima. 1 kabel baru x Rp 2.000.000,00 = Rp 8.000.000,00

Sebagaimana yang Anda dapat lihat, jaminan awalnya tetap, namun jaminan sekunder berubah dari 90 hari ke 1 tahun. Perubahan sederhan a tersebut dapat membuat perbedaan hingga mencapai 24 juta rupiah dalam 5 tahun pertama.

Simpulan

Periksa jaminan awal DAN sekunder pada suku cadang dan perhitungkan biaya pengoperasian terhadap implan koklea dengan menggunakan skenario terburuk seperti yang di atas.

Posted in Uncategorized

Memilih Merek Implan Koklea

Memilih implan koklea bagi anak Anda merupakan salah satu keputusan terbesar yang akan Anda berikan bagi mereka di sepanjang hidup Anda. Saya tidak bermaksud untuk menjadikannya sangat dramatis, tapi itu memang benar. Ini dikarenakan pilihan yang Anda buat hari ini akan mempengaruhi anak Anda di sepanjang kehidupan mereka kelak. Merek dan jenis implan yang Anda pilih hari ini akan diimplan di kepala anak Anda untuk selamanya; sejak mereka berumur 2 tahun hingga 80 tahun! Pikirkan sejenak tentang ini…. produk apa lagi yang Anda beli yang mampu bertahan hingga selamanya? Mobil Anda biasanya berumur 5 – 10 tahun dan setelah itu Anda menjualnya, komputer Anda bertahan 3 tahun, pesawat telepon Anda mungkin bertahan 2 tahun. Anda selalu dapat mengganti suatu produk dengan versi yang lebih baru atau bahkan merek yang berbeda. Bagaimanapun juga, Anda tidak dapat mengubah jenis dan khususnya merek implan koklea jika Anda tidak senang terhadap produk tersebut! Jika Anda membeli model terbaru dari implan koklea hari ini, dalam 10 tahun, produk tersebut akan usang atau tidak mampu untuk memberikan manfaat sesuai teknologi generasi terakhir.

Bagian terpenting dari sistem ini ialah pertimbangan terkait implan itu sendiri. Implan ditanamkan secara medis melalui bedah, diletakkan di bawah kulit dan elektroda diletakkan di rumah siput (koklea) dan tidak dimaksudkan untuk dapat diganti, sehingga seluruh bagian dari sistem sudah seharusnya dikembangkan berdasarkan teknologi yang paling canggih. Implan sudah seharusnya dapat diperbaharui, mampu menangani tingkat getaran yang lebih cepat, berbagai jenis rangsangan getar, dan mampu membuat elektroda virtual. Keuntungan dari perubahan ini masih dalam perdebatan; tetapi bagaimanapun juga teknologi-teknologi ini di masa depan dapat meningkatkan kualitas pendengaran dengan menggunakan implan koklea. Jika implan yang Anda pilih sekarang tidak dapat memberikan manfaat sebagaimana yang telah diutarakan di atas, Anda sebaiknya mencari implan jenis lain yang dapat memberikan manfaat-manfaat tersebut.

Di Indonesia, beberapa perusahaan implan koklea menjual produk dengan teknologi yang sangat tua, jadi penting untuk menanyakan kepada mereka tentang produk yang mereka jual di Amerika Serikat, Eropa, atau Australia untuk mengetahui teknologi terbaru mereka.

Selalu bertanya karena tidak ada orang lain yang lebih memperhatikan anak Anda daripada Anda sendiri.

 

Posted in Uncategorized

Implan Koklea, Harapan Baru Bagi Para Penderita Tuna Rungu

Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Ungkapan ini senantiasa menggema di kehidupan kita, yang pada intinya ingin mengatakan kepada masyarakat bahwa untuk mencapai jiwa yang sehat, sebagaimana pula hidup yang sehat, diperlukan badan yang sehat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat memiliki hidup yang sehat dan berkualitas tanpa memiliki badan yang sehat. Ada begitu banyak tantangan yang harus dihadapi oleh setiap orang untuk mencapai tujuan ini, teristimewa dalam menghadapi berbagai penyakit dan gangguan fisik yang kerap mengurangi kualitas hidup, salah satunya berupa gangguan pendengaran. Berbagai faktor dapat menghantar seseorang pada terganggunya pendengaran, dengan berbagai tingkat kesulitan mendengar, salah satunya berupa tergangunya saraf pendengaran dalam rumah siput (koklea) yang menghalangrangsangan suara diteruskan dari telinga ke otak.
Ada beberapa solusi yang ditawarkan untuk mengatasi gangguan pendengaran, baik berupa alat bantu dengar (ABD) maupun implan koklea. Pasien dengan gangguan pendengaran ringan, sedang, sampai agak berat dapat menggunakan alat bantu dengar sebagai solusi bagi gangguan pendengaran mereka. Namun, bagi pasien dengan gangguan pendengaran berat sampai amat berat, penggunaan alat bantu dengar tidak akan membawa banyak manfaat atau bahkan tidak sama sekali, oleh karena itu solusi yang paling dianjurkan untuk mengatasi ganguan pendengaran akibat ketidak berfungsian saraf ini adalah implan koklea, yang bertujuan untuk mengantikan rumah siput dengan reseptor elektronik melalui pembedahan.

Melalui implankoklea, pasien akan mendapatkan beberapa manfaat meskipun harus menunggu beberapa saat setelah operasi. Manfaat yang paling utama adalah pasien dimampukan kembali untuk mendengar, setelah melalui operasi untuk penanaman komponen internal koklea implan, pemasangan kompon eneksternal dan prosesor suara, serta rehabilitasi akhir untuk menyesuaikan pasien dengan pendengaran barunya. Manfaat lain yang didapatkan pasien berupa keberadaan implan yang tidak terlihat dari luar, terbukanya kanal telinga, hingga pada kebebasan pasien untuk beraktivitas karenasifat produk yang juga tahan terhadap lingkungan berair.

Berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan sepanjang tahun 1994 – 1996, di Indonesia terdapat 1 pasien tuna rungu di antara 1000 penduduk. Dengan tingkat penyebaran seperti ini, sudah seharusnya masyarakat memiliki akses terhadap solusi medis atas gangguan pendengaran yang mereka miliki. Namun, kendalanya terletak pada biaya yang harus dikeluarkan oleh pasien. Paling tidak, pasien harus bersedia mengeluarkan dana sebesar Rp250.000.000 atau bahkan lebih yang meliputi biaya pembelian implan yang mencapai US$ 22.000 – 26.000, biaya perawatan, operasi, obat-obatan, dan pemeriksaan. Kendalainilah yang pada akhirnya menimbulkan suatu kondisi tragis ketika pasien tidak mampu hanya dapat berpangku tangan menerima kondisi mereka.

Namun, kini masyarakat Indonesia patut bersyukur dan berbangga hati karena pihak perbankan, seperti Bank Negara Indonesia (BNI) 1946, berkenan untuk memberikan bantuan dalam bentuk kredit implankoklea. Sebagaimana halnya bantuan pada umumnya, pasien harus memiliki keteranan medis resmi atas kondisi yang dimilikinya dan rekomendasi resmi dari badan yang ditunjuk sebagai mitra kerjasama pihak perbankan yang terkait. Dengan mendasarkan pertimbangan pada kondisi medis dan surat rekomendasi yang dibawa pasien, pihak perbankan akan memutuskan apakah aplikasi kredit aka disetujui atau tidak. Apabila disetujui, pasien dapat melanjutkan ketahap operasi di rumah sakit yang terdapat fungsi tersebut. Dengan alternatif pembiayaan ini, pasien akan terbantu dalam menanggulangi besarnya dana yang harus dibayar demi mendapatkan pendengaran yang normal. Salah satu bentuk partisipasi pihak perbankan Indonesia dalam membantu para penderita tuna rungu, teristimewa yang memiliki gangguan pendengaran berat/amat berat sehingga membutuhkan implan koklea adalah kerjasama BNI dengan pihak I-Hear Foundation sebagaimana publik dapat saksikan di www.cochlear-implant-loan.com

Posted in Uncategorized

Kapan Saat Yang Tepat Untuk Menggunakan Alat Bantu Dengar Pada Anak

Image

Alat Bantu Dengar (ABD) adalah terapi bukan kategori obat untuk kehilangan pendengaran. Karena gangguan pendengaran tersering disebabkan oleh kelainan sel rambut rumah siput (koklea) di telinga dalam. Alat bantu dengar ini akan mengamplifikasi (memperbesar) suara yang masuk hingga dapat direspon. Alat bantu dengar terdiri dari mikrofon, amplifier, dan penerima transmisi (receiver). Sirkuit di dalamnya akan membuat suara tertentu menjadi lebih keras sehingga suara  dapat didengar lebih jelas.

Ada beberapa jenis alat bantu dengar, beberapa di antaranya berbentuk kotak dan biasanya dimasukkan ke dalam kantong ( jenis body aid atau pocket ). Jenis ini biasanya digunakan untuk ketulian berat. Jenis yang umum dipakai adalah tipe belakang telinga (behind the ear /BTE). Ada juga jenis yang lebih kecil sehingga seluruh ABD bisa dipasang pada cekungan dalam daun telinga yaitu tipe dalam telinga (In the Ear/ITE) sedangkan yang lebih kecil lagi sehingga dapat dimasukkan ke dalam liang telinga yaitu tipe dalam liang telinga (In The Canal/ ITC).

Alat bantu dengar jenis ITE dan ITC tentu saja secara kosmetik akan lebih dipilih namun hanya dapat digunakan untuk derajat gangguan pendengaran sedang karena pada ukuran yang kecil ini jarak antara loudspeaker dan amplifier sedemikian dekatnya sehingga akan terjadi feedback bila volume diperbesar. Jenis alat bantu dengar lainnya adalah yang sebagian komponennya ditepatkan pada tulang tengkorak (di bawah kulit) yang dikenal sebagai jenis BAHA (Bone Anchored Hearing Aid); jenis ini digunakan pada tuli jenis hantaran (konduktif), bukan untuk jenis tuli saraf.

Image

Saat ini sudah tersedia ABD yang dilengkapi sistim komputer sehingga dapat di program (programable) untuk situasi lingkungan yang berbeda. Jadi ABD akan otomatis menyesuaikan diri bila berada di tempat ramai (misalnya di mal) atau sedang berada ditempat yang sunyi(misalnya di rumah atau di kelas). Tentu saja harganya lebih mahal dibandingkan model konvensional yang pengaturannya secara manual.

ABD generasi terahir dapat dilengkapi dengan fasilitas sistim FM. Sistim ini akan membantu si kecil di sekolah dengan cara menyaring suara yang tidak perlu didengar. Jadi selama dikelas anak hanya dapat mendengar suara guru saja (guru berbicara menggunakan mikrofon mini yang frekuensinya sama dengan frekuensi sistim FM yang terpasang pada ABD yang dipakai anak).

Tentu saja pada bayi anak yang belum memiliki kemampuan bicara, ABD saja tidak cukup. Bayi atau anak tsb harus memperoleh program latihan mendengar ( auditory training)- sesuai dengan usia perkembangan bicara – yang diberikan oleh tenaga profesional seperti ahli terapi wicara.

Bila dalam penilaian ternyata ABD tidak dapat membantu, perlu dipertimbangkan untuk menggunakan implan kokleaCochlear implant) yaitu dengan cara memasukkan elektroda multi channel – melalui operasi – ke dalam saluran rumah siput(cochlea), selanjutnya elektroda tsb dihubungkan dengan perangkat luar yang dipasang di telinga mirip dengan ABD jenis behind the ear (BTE). Sama seperti halnya dengan penggunaan ABD pada bayi dan anak, setelah implan koklea terpasang, penggunanya harus mengikuti program latihan khusus.  Pemasangan implan koklea saat ini sudah dapat dilakukan pada beberapa rumh sakit di Jakarta, Bali dan Surabaya

Rekomendasi skrining dari American Academy of Pediatrics Preventative Series Task Force

  1. Skrining dianjurkan untuk mendeteksi gangguan pendengaran bawaan permanen. Karena 50% anak tak bisa teridentifikasi faktor risikonya, maka skrining dianjurkan untuk semua bayi baru lahir.
  2. Fakta menunjukkan skrining pendengaran bayi baru lahir sangat akurat dan mempercepat identifikasi serta terapi untuk mereka yang benar kehilangan pendengaran.
  3. Keuntungan dari deteksi dan terapi dini adalah memperbaiki kemampuan berbahasa anak sehingga anak bisa tumbuh dan berkembang seoptimal mungkin.
  4. Skrining pendengaran pada bayi baru lahir dimulai pada usia 2 hari (sebelum keluar rumah sakit/klinik bersalin) dilanjutkan dengan beberapa pemeriksaan pendengaran sehingga diagnosis pasti dapat dibuat pada usia 3 bulan. Bila ternyata bayi mengalami gangguan pendengaran, upaya habilitasi dengan ABD sudah dilakukan sebelum usia 6 bulan. Dengan program habilitasi yang optimal diharapkan pada usia 6 bulan kemampuan bicara anak tidak jauh berbeda dengan anak normal
Posted in Uncategorized | Leave a comment