Implan Koklea, Harapan Baru Bagi Para Penderita Tuna Rungu

Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Ungkapan ini senantiasa menggema di kehidupan kita, yang pada intinya ingin mengatakan kepada masyarakat bahwa untuk mencapai jiwa yang sehat, sebagaimana pula hidup yang sehat, diperlukan badan yang sehat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat memiliki hidup yang sehat dan berkualitas tanpa memiliki badan yang sehat. Ada begitu banyak tantangan yang harus dihadapi oleh setiap orang untuk mencapai tujuan ini, teristimewa dalam menghadapi berbagai penyakit dan gangguan fisik yang kerap mengurangi kualitas hidup, salah satunya berupa gangguan pendengaran. Berbagai faktor dapat menghantar seseorang pada terganggunya pendengaran, dengan berbagai tingkat kesulitan mendengar, salah satunya berupa tergangunya saraf pendengaran dalam rumah siput (koklea) yang menghalangrangsangan suara diteruskan dari telinga ke otak.
Ada beberapa solusi yang ditawarkan untuk mengatasi gangguan pendengaran, baik berupa alat bantu dengar (ABD) maupun implan koklea. Pasien dengan gangguan pendengaran ringan, sedang, sampai agak berat dapat menggunakan alat bantu dengar sebagai solusi bagi gangguan pendengaran mereka. Namun, bagi pasien dengan gangguan pendengaran berat sampai amat berat, penggunaan alat bantu dengar tidak akan membawa banyak manfaat atau bahkan tidak sama sekali, oleh karena itu solusi yang paling dianjurkan untuk mengatasi ganguan pendengaran akibat ketidak berfungsian saraf ini adalah implan koklea, yang bertujuan untuk mengantikan rumah siput dengan reseptor elektronik melalui pembedahan.

Melalui implankoklea, pasien akan mendapatkan beberapa manfaat meskipun harus menunggu beberapa saat setelah operasi. Manfaat yang paling utama adalah pasien dimampukan kembali untuk mendengar, setelah melalui operasi untuk penanaman komponen internal koklea implan, pemasangan kompon eneksternal dan prosesor suara, serta rehabilitasi akhir untuk menyesuaikan pasien dengan pendengaran barunya. Manfaat lain yang didapatkan pasien berupa keberadaan implan yang tidak terlihat dari luar, terbukanya kanal telinga, hingga pada kebebasan pasien untuk beraktivitas karenasifat produk yang juga tahan terhadap lingkungan berair.

Berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Kesehatan sepanjang tahun 1994 – 1996, di Indonesia terdapat 1 pasien tuna rungu di antara 1000 penduduk. Dengan tingkat penyebaran seperti ini, sudah seharusnya masyarakat memiliki akses terhadap solusi medis atas gangguan pendengaran yang mereka miliki. Namun, kendalanya terletak pada biaya yang harus dikeluarkan oleh pasien. Paling tidak, pasien harus bersedia mengeluarkan dana sebesar Rp250.000.000 atau bahkan lebih yang meliputi biaya pembelian implan yang mencapai US$ 22.000 – 26.000, biaya perawatan, operasi, obat-obatan, dan pemeriksaan. Kendalainilah yang pada akhirnya menimbulkan suatu kondisi tragis ketika pasien tidak mampu hanya dapat berpangku tangan menerima kondisi mereka.

Namun, kini masyarakat Indonesia patut bersyukur dan berbangga hati karena pihak perbankan, seperti Bank Negara Indonesia (BNI) 1946, berkenan untuk memberikan bantuan dalam bentuk kredit implankoklea. Sebagaimana halnya bantuan pada umumnya, pasien harus memiliki keteranan medis resmi atas kondisi yang dimilikinya dan rekomendasi resmi dari badan yang ditunjuk sebagai mitra kerjasama pihak perbankan yang terkait. Dengan mendasarkan pertimbangan pada kondisi medis dan surat rekomendasi yang dibawa pasien, pihak perbankan akan memutuskan apakah aplikasi kredit aka disetujui atau tidak. Apabila disetujui, pasien dapat melanjutkan ketahap operasi di rumah sakit yang terdapat fungsi tersebut. Dengan alternatif pembiayaan ini, pasien akan terbantu dalam menanggulangi besarnya dana yang harus dibayar demi mendapatkan pendengaran yang normal. Salah satu bentuk partisipasi pihak perbankan Indonesia dalam membantu para penderita tuna rungu, teristimewa yang memiliki gangguan pendengaran berat/amat berat sehingga membutuhkan implan koklea adalah kerjasama BNI dengan pihak I-Hear Foundation sebagaimana publik dapat saksikan di www.cochlear-implant-loan.com

Advertisements
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.